Djarot: Saham Bir Pemprov DKI Tak Dijual Karena Menguntungkan

adcfda10-0e83-4622-ac2e-6006058bdcf0_169.jpg

SebarBerita – Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat tidak mempermasalahkan jika saham Pemprov DKI di perusahaan pemilik lisensi bir PT Delta Djakarta Tbk dijual usai masa jabatannya berakhir. Menurut Djarot, Pemprov selama ini tidak menjual saham di PT Delta karena selama ini pendapatan yang diraup oleh DKI pun cukup menguntungkan.

“Kalau menurut hemat kami ya terserah nanti. Kalau kami ya tidak (menjual) karena cukup menguntungkan dan kita anggap cukup bagus gitu ya terlepas dari itu memproduksi bir,” kata Djarot di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Meski saham dijual, bir akan tetap diproduksi sehingga menurutnya tidak akan berpengaruh pada perusahaan. Djarot menilai yang perlu diperhatikan justru banyaknya minuman oplosan yang beredar di masyarakat.

“Sebetulnya yang harus kita awasi itu adalah minuman keras itu haram ya, padahal yang kita awasi justru minuman keras yang tidak ada izin, itu yang sering menimbulkan orang mati, oplosan,” ujarnya.

“Itu yang bikin banyak orang mati loh. Yang liar-liar itu yang betul-betul yang membahayakan, bukan hanya haram, tetapi membahayakan. Itu yang harus dioperasi terus-menerus,” tambahnya.

Kembali ke masalah saham bir, lanjut Djarot, dibandingkan perusahaan BUMD lain yang telah lebih dulu dijual seperti Ratax, PT Delta termasuk salah satu perusahaan yang cukup baik.

“Dibandingkan dengan BUMD yang lain, PT Delta termasuk yang paling baik. Kalau Delta termasuk perusahaan yang baik dan untuk pendapatan BUMD itu cukup signifikan,” lanjutnya.

Dia menambahkan bahwa PT Delta merupakan perusahaan yang sehat, artinya memberikan kontribusi bagi daerah. Pemprov DKI pun mengantongi dana sebesar Rp 37,8 miliar dari pembagian dividen PT Delta.

“Sebetulnya PT Delta ini termasuk salah satu perusahaan yang cukup sehat dan setiap tahun selalu memberikan kontribusi bagi PAD (pendapatan asli daerah), meskipun tidak begitu besar ya, kalau nggak salah sekitar hampir Rp 40 miliar setahun. Jadi semuanya masuk ke dalam APBD,” jelasnya.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s