Ini Kata Ahok soal Macet Parah di Pancoran

0750a3d9-b25f-49a6-b3d1-7866c6864623_169.jpg

SebarBerita – Kawasan Pancoran menjadi salah satu titik kemacetan paling parah di Jakarta. Kemacetan itu dipicu oleh adanya pembangunan jalan layang (flyover) dari arah Jalan MT Haryono menuju Jalan Gatot Subroto.

Soal kemacetan itu, cagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan konsultan pembangunan pernah berbagi informasi kepadanya dan Joko Widodo, yang saat itu menjabat Gubernur DKI. Saat itu, kata Ahok, konsultan tersebut memberikan beberapa pilihan kepada mereka terkait pembangunan jalan layang dan terowongan (underpass) sebagai solusi kemacetan Jakarta.

“Kita kan dikasih pilihan waktu itu. ‘Kalau Bapak bangun sekaligus, macetnya 80 persen. Kalau Bapak pilih satu-satu, macetnya 30 persen, pilih dua, 50 persen,'” kata Ahok di markas Slank, Jalan Potlot, Jakarta Selatan.

“Kalau ini diurut satu kali bangun, dua kali, tiga kali bangun proyek, sepuluh tahun kendaraan tambah. Anda mau potong sekaligus apa tidak. Saya pilih potong sekaligus,” cerita Ahok.

Ahok mengaku membuat warga Jakarta harus merasakan macet parah di simpang Pancoran. Namun dia berjanji proyek pembangunan jalan layang bisa selesai paling lama dua tahun. Lagi pula, lanjut Ahok, warga Jakarta sudah biasa merasakan macet.

“Macetnya 80 persen, macetnya Pancoran paling satu sampai dua tahun selesai. Orang Jakarta juga sudah biasa mengalami kemacetan. Yang penting dia (flyover) tahun ini selesai,” ujar Ahok.

“LRT juga sama, kita tidak mau tunda,” imbuhnya.

Mantan Bupati Belitung Timur itu mengaku sudah memperhitungkan untung-rugi pengerjaan proyek jalan layang saat masa pemilihan gubernur. Bahkan hal tersebut sudah diperhitungkan sejak tiga tahun lalu.

“Keputusan ini dia (konsultan pembangunan) bilang, ‘Akan merugikan Bapak.’ Saya sudah tahu sama Pak Jokowi waktu memutuskan ini semua. Kita sudah hitung kalau membuat proyek sekaligus ini pas puncak macetnya ketika lagi pemilihan,” ujar Ahok.

Sambil berkelakar, Ahok mengatakan siapa pun yang akan menggantikan dirinya sebagai Gubernur DKI akan memiliki tugas yang agak mudah terkait kemacetan di Jakarta. Karena gubernur terpilih nanti tinggal meresmikan apa yang dia dan Jokowi bangun pada masa pemerintahan mereka.

“Makanya saya katakan, siapa pun yang terpilih menggantikan kami, dia keenakan tuh, tinggal resmikan saja semua,” canda Ahok.

“Tapi kita kan (bukan bicara) kepilih nggak kepilih, kita bicara mengatasi masalah atau tidak,” tutupnya.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s