Ribuan Turis Asing dan Domestik Ramaikan Pawai Ogoh-ogoh di Bali

f6e068ff-ecb4-4ab5-b7fc-3c8767d48874.jpg

SebarBerita – Pawai ogoh-ogoh digelar di sejumlah desa wisata di Bali. Pawai ini digelar untuk menyambut Nyepi. Kemeriahannya tak terelakkan dari ribuan turis asing dan domestik, seperti yang terjadi di Ubud, Bali.

Ratusan turis mulai memadati lapangan bola Ubud. Semakin larut, jumlah turis semakin bertambah, bahkan hingga ke Jl Raya Monkey Forest dan Jl Raya Ubud.

0886eb8a-3658-4341-b0cf-fa1a32d34813.jpg
Tak lama kemudian, pukul 18.00 Wita, satu per satu ogoh-ogoh memasuki lapangan. Ogoh-ogoh beragam rupa, seperti babi, garuda, setan wanita, dan rupa lainnya, diabadikan oleh para turis dengan kamera mereka.

Lalu ogoh-ogoh besar setinggi kurang-lebih 5 meter memasuki lapangan diiringi gamelan khas Bali. Suara iringan itu membuat seluruh perhatian turis mengarah ke ogoh-ogoh garuda tersebut.

Ada satu ogoh-ogoh yang terpantau diarak oleh lusinan wanita muda. Ogoh-ogoh setinggi 3 meter itu tampak berayun mengikuti sorakan wanita-wanita tersebut.

4a0b8c7c-d33c-4429-acd2-02abd170d4a6.jpg
Ogoh-ogoh yang berukuran lebih kecil diarak oleh sejumlah anak-anak. Walau berukuran kecil, semangat anak-anak itu tetap besar ketika memasuki lapangan dengan pekikan mereka.

Tak lama, 12 ogoh-ogoh tersebut dipamerkan di lapangan, lalu diarak kembali menuju Jl Suweta, di pertigaan Puri Ubud. Jarak sekitar 500 meter itu ditempuh dengan kemeriahan gamelan dan pertunjukan masing-masing ogoh-ogoh.

Ada ogoh-ogoh yang diiringi dengan tarian obor, ada pula yang diiringi dengan kisah-kisah pewayangan. Rupanya pertunjukan itu disiapkan oleh masyarakat adat di Ubud untuk mempromosikan desa seni dan budaya tersebut.

“Ini sangat menakjubkan. Beberapa kali saya ke Bali, baru kali ini sengaja datang untuk merasakan Nyepi dan melihat pawai ogoh-ogoh,” kata Elizabeth, turis asal Australia.
330e258f-f225-4e5d-ac0e-e0dd1bc97ce7.jpg
Para pengunjung pun mengerubungi pertigaan Puri Ubud tersebut untuk menyaksikan momen satu tahun sekali ini. Sejumlah turis pun memiliki alasan yang sama dengan Elizabeth, terutama mendapatkan pengalaman sepi dan sunyi.

“Saya tahu, saat Nyepi tidak boleh keluar rumah dan menyalakan listrik. Karena itu, saya ingin mendapatkan pengalaman satu hari tanpa suara mesin motor, mobil, atau lampu-lampu di malam hari,” ucap Robert, wisatawan asal Inggris, secara terpisah.

“Enak sekali di Ubud. Sayang, saya menginap di Kuta dan malam ini harus kembali ke hotel. Tapi seru pawai ogoh-ogohnya,” ujar Lalu Rahadian, turis asal Jakarta.

Pawai ogoh-ogoh ini diperkirakan berakhir pada pukul 23.00 Wita. Selanjutnya, mulai pukul 06.00 Wita, Nyepi dimulai hingga pukul 06.00 Wita pada 29 Maret 2017.

“Rahajeng Nyanggra Rahina Suci Nyepi Caka 1939 Bali!” imbuh Lalu.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s