9 Potret miniatur ‘akhir zaman’ ini keren, tapi juga bikin merinding

SebarBerita – Mendengar kata akhir zaman, kamu bisa merinding nggak? Pasti kebanyakan dari kita menggambarkan akhir zaman sebagai fenomena yang penuh dengan ketakutan.

Dalam hal ini, dua orang seniman asal Brooklyn, Amerika Serikat, Loru nix dan Kathleen Gerber menggambarkan keadaan dunia jika sudah mendekati akhir zaman yang kosong dan ditinggalkan oleh manusianya dalam bentuk miniatur.

Seperti dilansir dari National Geographic, Rabu (1/3), Nix mengatakan bahwa ia ingin membuka pemikiran manusia sekarang, bagaimana kehidupan kita di masa depan nanti ketika sudah mendekati akhir zaman.

“Kami ingin membuka imajinasi penikmat karya kami, dan membuat mereka merenungkan apa yang terjadi sekarang. Apakah kita masih mempunyai masa depan? Apakah kita mampu menyelamatkan kita sendiri?” ungkapnya. Proyek ini sudah dikerjakan selama bertahun-tahun di ruang proyek mereka, The Drawing Room.

Proyek Nix dan Kath ini bertema Apocalypse terdiri dari kereta yang terbengkalai, ruang kelas yang tak terpakai, hingga tempat laundry. Seperti apa? Yuk simak di bawah ini.

 

1. Nix dan Kath menghabiskan selama 7 bulan untuk membangun replika kereta bawah tanah di New York ini.

 

2. Nix dan Kath berbagi tugas untuk preoyek miniatur ini. Nix membangun lemari, dinding-dinding, lantai dan kursi. Kathleen kebagian mengerjakan model anatomi dan bagian-bagian tersulit.

 

3. Kondisi restoran China pada akhir zaman. Kalau kamu mengira ini beneran? Maka Nix dan Kath berhasil membuat suasana replika ini seperti aslinya.

 

4. Miniatur diorama salon pada saat akhir zaman. Tangan Kathleen memasuki diorama tersebut untuk menunjukkan bagaimana detailnya miniatur tersebut.

 

5. Kalau yang ini adalah kondisi tempat laundry.

 

6. Dengan kepergian manusia, taman botanik tentunya dikuasai oleh alam.

 

7. Temat bermain game dan kasino yang sudah terbengkalai.

 

8. Ruang kontroler yang bahkan sudah karatan dan dipenuhi lumut dan air.

 

9. Nix dan Gerber mengawali karya mereka dengan membangun satu obyek dulu, baru dibangun suasana di sekitar obyek tersebut.

 

Penasaran dengan proses pembuatan mereka, kamu bisa simak di video berikut ini.

 

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s